Mio kencang ku kecelakaan, aku pun tersadar

12 05 2013

553917_3343043154567_759506730_n

Yamaha mio adalah matic yang mampu di bore up sampai 300CC. Hal itu yang membuatku pengin bore up. Mio ku tahun 2008, kapasitas cc nya sekitar kurang lebih 150cc, nih mio udah pakai piston ukuran 57 milih honda gl max. Klep menggunakan satu set klep xenia. Noken as udah dibubut dan cvt udah semi racing. Dengan modif seperti ini saya pernah mengalahkan satria f, vixion, dan semua bebek yang suka bleyer2 di jalanan.

MIO ini sudah pernah hampir membunuhku. Kronologisnya bisa tanyakan ke saya langsung aja 😀 . Yang pasti sudah mematahkan satu gigi ku 😦 . Velg belakang tiba2 terlepas dan aku terlempar ke depan. Sungguh ini mungkin sentilan dari Allah SWT karena kenakalanku.

Kini jangan tanya apakah saya kapok? saya kapok namun tetap bersifat netral tanpa menindas mereka yang suka dengan gaya modif mereka yang aneh2.

Iklan




Tunggangan baruku

12 05 2013

Janji DK di artikel sebelumnya terpaksa saya jilat kembali. Susahnya update blog via bb bikin males. Terpaksa deh DK isi pulsa modem yang katanya anti lelet (terkadang apa yang didengar tidak sesuai kenyataan :mrgreen: )

Di artikel ini DK cuman mau share tunggangan ku saat ini. pasca kecelakaan yang membuat mio DK ga layak tunggang membuatku berpaling kelain hati 😀 . Sudah semua genre motor DK pernah gunakan kecuali vespa yang sampai saat ini belum bisa kebeli 😀

Saya bukan FBY namun saya sedikit suka Yamaha. Alasannya Yamaha lebih punya taste sendiri. Terbukti dirumah hanya ada satu ekor spesies Yamaha nangkring di garasi. Sekaligus satu satunya motor batangan yang ada 😀 .

Foto0402Motor ini sebenarnya punya pak lik saya, namun sudah DK beli karenana si empunya motor udah ganti motor 😀 . Motor ini sejak dibeli pada tahun 2008 memang udah saya incar 😀 . Alhamdulillah sudah kesampaian 😛

Sampai saat ini nih motor baru DK modif apa adanya menyesuaikan selera 😀 . Yang sudah saya modif antara lain stang ninja r, velg ukuran standar scorpio r17, aplikasi arm relay biar nungging dan sedang proses fullwave 😀

Ni motor DK usahakan selalu tampil prima sampai DK bisa beli motor sendiri, aamiin

 

 





Penting mana Rem DEPAN atau Rem BELAKANG?

27 08 2011

Rem depan bagi DK itu nomer satu, makanya di SHOGUN SP ku yang gede yang depan (padahal bawaan pabrik :mrgreen: ) Rem repan adalah yang ku pakai ketika pertama kali mau ngerem, yang belakang cuma buat mengurangi gerakan roda. Contoh kecelakaan pada artikel ku terdahulu. Rem belakang ngunci dan akhirnya . . .  “GUBRAG” :mrgreen: Rem belakang untuk motor harian sebenarnya rem tromol saja udah cukup, kalau RDB ya jangan yang terlalu “MAKEM”. Saya dah membuktikan kok 😀 Porsinya 60 % depan dan 40 % belakang. Kalau kebalik ya jangan nyoba ngebut atau bakal ban belakang ngunci.

 

 

Ini ceritaku, mana ceritamu ? :mrgreen:





Trio Riding ngabuburit, kecelakaan yang membuatku hampir tidak merasakan LEBARAN

27 08 2011

Jadi ceritanya gini, […]

 

Cerita DK skip, langsung aja to the point blank, pas perjalanan pulang, dengan modal “ngglundung”, teman menyarankan mematikan mesin. Perjalanan ngglundung memang hanya ku batasi sampai 60kpj, karena apa? sungguh menakutkan tanpa adanya engine braking. Sesampai ditikungan, DK melihat truk menyalip sebuah absolute revo. Karena kaget, naas saja DK mengerem sejadi jadinya. Dalam pikiranku mungkin akan KETLINDES truk itu. Beruntung Truk itu mengerem sebentar dan langsung KABUR . . . .

Kaca Spion pecah, handle REM patah, celana JINS sobek, dan sandal yang putus. Sejak saat itu aku tak ingin sandalan lagi jika riding jarak jauuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhh .. . … . . . . (nglirik Rifky Mercon)

Mungkin karena memfoto kuburan itu . . .





Braak . . . Kecelakaan itu pun terjadi . . .

28 04 2011

critanya gini, pas malem jumat,

di jalan yang lagi ada perbaikan,

si Shogun SP keplarak.
handle kopling patah,

untung masih bisa diakali,

pulang ngebut,

takut mati :mrgreen:

biar gambar yang berbicara (sok sokan punya android) 😛  :