Menjadi Pengusaha Sambil Kuliah, Inilah Hal yang Jarang diperhatikan Namun Penting!

27 03 2020

Menjadi pengusaha sambil kuliah terdengar cukup keren. Dewasa ini banyak sekali bibit-bibit pengusaha baru yang tumbuh di dunia perkuliahan. Ada yang saat lulus kuliah memiliki bisnis yang keren, ada juga yang pada saat kuliah omsetnya sudah puluhan juta rupiah. Itu semua terdengar mengagumkan dan kamu juga bisa dengan mudah menjadi salah satu bagian dari pengusaha muda itu.

Kamu bisa memulai usaha di bidang barang dan jasa kapanpun kamu mau dan di manapun lokasi yang kamu inginkan. Dari mulai usaha dengan tanpa modal hingga usaha yang memerlukan ilmu khusus, semua itu bisa kamu miliki pada saat kuliah. Alasan yang membuat bidang kewirausahaan terlihat menarik adalah pada saat kuliah kamu akan cenderung memiliki banyak waktu luang, terutama jika kamu tidak mengikuti kegiatan organisasi atau bekerja paruh waktu.

Menjadi pengusaha sambil kuliah memang menyenangkan, namun kamu perlu ingat bahwa segala sesuatu pasti ada resiko. Resiko yang paling menghantui para pengusaha muda adalah ketika modal tidak bisa kembali padahal sudah bekerja dengan keras. Wajar memang karena bagaimanapun juga segala sesuatu yang indah memerlukan pengorbanan untuk mencapainya. Untuk itu kamu tidak boleh membuka usaha hanya karena faktor tren semata namun kamu masih bingung mengenai proses pelaksanaannya. Untuk itu dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai permasalahan yang biasanya kamu takutkan dan solusinya agar kamu bisa menjadi pengusaha saat kuliah.

  1. Tidak memiliki modal uang

Hal paling mendasar dari membuka sebuah usaha adalah mengenai modal. Sementara itu, modal yang paling terasa dampaknya adalah uang. Jika kamu merasa bahwa kondisi keuanganmu tidak memungkinkan untuk membuka usaha, jangan khawatir karena kamu bisa menggunakan modal lainnya, yaitu tenaga. Tentunya perlu diketahui terlebih dahulu bahwa jika kamu tidak mengeluarkan uang, tentunya kamu harus bekerja lebih ekstra. Abaikan dulu faktor pinjaman uang karena sebagai seorang pemula, sangat beresiko jika kamu meminjam uang untuk merintis usaha yang belum tentu akan berjalan dengan mulus. Untuk itu kamu bisa memulai menjadi seorang makelar yang menjual barang atau menawarkan jasa milik orang lain. Keuntungan yang kamu dapat adalah komisi dari pemilik barang dagangan atau bisa juga dari selisih keuntungan yang didapat dari penjualan.

  1. Sulit mengumpulkan uang untuk modal usaha

Jika kamu ingin menjadi pengusaha saat kuliah tetapi tidak mampu menabung untuk memenuhi modal, selamat kamu bukan satu-satunya orang yang seperti itu. Sebagai wawasan saja, orang akan lebih mudah membelanjakan uangnya dibandingkan dengan menabung meskipun penghasilannya bersifat tetap. Jika kamu memang berniat memiliki usaha, kamu bisa mulai membelanjakan untuk keperluan peralatan dan perlengkapan usaha. Secara tidak langsung kamu sudah menabung untuk usahamu meskipun dalam bentuk barang. Pada akhirnya jika seluruh barang sudah dibeli, kamu tinggal memulai usahamu saja.

  1. Sulit menemukan usaha yang disukai pasar

Salah satu kendala yang biasanya terasa ketika sudah memulai merintis usaha adalah sepi pengunjung. Untuk menghindari hal tersebut, kamu harus menemukan produk yang tepat. Untuk itu kamu bisa mulai merubah pola pikirmu melalui suatu observasi. Kamu haruslah mengamati terlebih dahulu apa yang pasar butuhkan. Selanjutnya kamu harus mencari jalan bagaimana jalan yang bisa dilalui dalam memasarkan produkmu. Setelah dua hal tersebut terjawab dengan sempurna, kamu bisa mulai memilih bidang usaha yang tepat.

  1. Sulit mengelola kas usaha

Kebiasaan para pengusaha pemula adalah mencampurkan uang kas usaha dengan uang pribadi. Mungkin terlihat mudah jika kita mengambil uang kas untuk keperluan pribadi atau berbelanja keperluan usaha menggunakan uang pribadi, namun kamu haruslah mencatat dengan rapih karena jika tidak maka kamu tidak akan pernah merasakan keuntungan dari usahamu. Solusi yang paling tepat untuk kasus ini adalah selalu tanamkan bahwa modal itu bukan harta milik kita, jika kita ingin menambah modal maka anggap saja uang itu sudah hilang dan tidak perlu kita ambil. Dalam mengambil keuntungan usahapun kamu juga harus mencatat dengan rapih antara biaya yang dikeluarkan untuk produksi, dan keuntungan yang didapat. Sisihkan juga uang untuk memperluas usahamu suatu saat nanti.

  1. Kerepotan membagi waktu

Ketika usahamu berkembang dan perkuliahaan mulai padat, kamu tidak boleh memaksakan diri. Kamu perlu bantuan berupa partner kerja atau bisa juga menggunakan system karyawan. Jika kamu memilih mencari partner kerja, pastikan orang tersebut profesional dan bertanggung-jawab dengan tugasnya. Pembagian modal dan keuntungan haruslah dibahas pada saat awal perjanjian. Namun, jika kamu memilih menggunakan karyawan maka kamu harus terus mengawasinya hingga karyawan tersebut dirasa mampu mengelola usahamu dengan baik. Kamu harus memikirkan proses rekrutmen dengan baik, jangan asal memilih orang karena itu bisa berbahaya bagi usahamu.

Itulah 5 hal yang sering ditakutkan oleh para pengusaha muda dan solusi untuk mengatasinya. Jika kamu merasa sudah siap untuk menjadi pengusaha sambil kuliah, saatnya kamu mulai karena usaha paling baik adalah usaha yang dimulai, bukan hanya sekadar mimpi semata. Selamat berwirausaha!





Inilah hal yang perlu diperhatikan ketika menjadi seorang Fresh Graduated

27 03 2020

Ketika kamu menjadi seorang Fresh Graduated, anda resmi menjalani tahapan tantangan kehidupan yang baru. Sebelumnya, selamat jika kamu sudah berhasil menyelesaikan serangkaian tahapan pendidikan. Kamu boleh untuk sementara waktu bersenang-senang dengan status lulusan sebuah perguruan tinggi favorit ataupun suatu sekolah yang banyak orang incar, namun jangan lupa bahwa masa depan tidak datang menghampiri secara cuma-cuma. Kamu adalah orang yang harus memulai perjalanan hidupmu sendiri, ucapkan terima-kasih kepada orang tua dan keluarga yang telah membantu pendidikanmu dan setelah itu kamu harus menemukan jati dirimu sebagai makhluk sosial, tentunya sebagai seorang fresh graduated.

Mungkin jika kamu terlahir sebagai keturunan pengusaha yang sukses atau kamu adalah seorang anak pejabat penting di pemerintahan, kamu yang merupakan seorang fresh graduated akan lebih terbantu dengan banyaknya informasi dan koneksi yang sangat bisa diandalkan. Kamu hanya perlu mengikuti alur yang sudah diberikan tanpa perlu cemas mengenai valid tidaknya informasi yang kamu dapat.

Menjadi seorang fresh graduated memang terdengar cukup elit karena menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang mampu menyelesaikan pendidikan. Untuk sementara waktu, gelar tersebut memang terdengar baik, tetapi masalah akan muncul ketika kamu mulai mencari pekerjaan. Pasalnya sebagian besar lowongan yang bisa kamu temui pasti sebagian besar membutuhkan pengalaman kerja yang cukup lama. Sebenarnya lowongan fresh graduated-pun juga jumlahnya cukup banyak, akan tetapi jumlah pelamarnya dapat dipastikan selalu ramai dan seperti tanpa harapan yang jelas. Beruntungnya kamu jika selama menempuh jenjang pendidikan telah mengikuti beragam program magang atau kerja paruh waktu. Namun jika kamu sama sekali tidak mengikuti program magang atau memiliki pengalaman organisasi sama sekali, kamu dipastikan tergolong kepada seorang fresh graduated yang terlihat resah.

Dewasa ini pengangguran cenderung terus meningkat. Wajar memang karena jumlah penduduk yang terus meningkat sedangkan lapangan pekerjaan masih belum mampu peningkatan jumlah angkatan kerja yang ada. Tapi perlu kita sadari sebuah fakta bahwa terus meningkatnya jumlah pengangguran berarti persentase orang yang mampu selamat dari gerbang pengangguran cenderung lebih sedikit. Ibarat sebuah kolam jika volume airnya terus bertambah tentu membuat air pada kolam tersebut luber. Solusi yang dapat diambil adalah dengan memperluas kolam air, atau menggunakan air itu untuk kebutuhan lain yang lebih berguna. Jika dalam suatu negara jumlah lapangan pekerjaan tidak memungkinkan untuk digandakan, solusinya bisa saja dengan mengalihkan angkatan kerja yang sudah terdidik tersebut untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih berguna. Artikel ini akan menunjukkan kamu bahwa menjadi seorang fresh graduated tanpa bekal pengalaman bukanlah akhir dari hidup. Kamu tidak perlu berharap akan belas kasihan dari pihak personalia suatu perusahaan. Kamu adalah manusia yang hidup merdeka, maka manfaatkan statusmu itu. Berikut ini adalah pilihan cerdas yang bisa kamu lakukan setelah lulus dari pendidikanmu:

  1. Carilah potensi diri terbesarmu

Setelah kamu lulus dari sebuah jenjang pendidikan, alangkah indahnya jika kamu bisa bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikanmu. Namun, sering dijumpai banyak orang yang ternyata salah masuk jurusan, sehingga bidang yang dipelajari bukanlah menjadi bidang yang sesuai dengan kemampuan diri. Apabila kamu termasuk kedalam fresh graduated dengan kriteria tersebut, kamu bisa mulai mencari potensi diri kamu melalui softskill yang kamu miliki. Sebagai contoh, jika kamu tertarik untuk menulis, kamu bisa menulis beberapa artikel ringan dan mengunggahnya ke sebuah situs yang dapat menerima artikelmu. Contoh yang lain jika kamu pintar menggunakan software seperti Corel Draw, kamu bisa menjajakan desainmu di dunia freelance atau bisa juga bergabung ke dunia advertising. Seringkali potensi terbesar setiap orang tidak sejalan dengan latar belakang pendidikannya. Maka dari itu janganlah kamu terburu-buru dalam berkecil hati.

  1. Cari lebih dalam mengenai pekerjaan pada bidang studimu

Setelah kamu lulus dan menjadi seorang fresh graduated, alangkah lebih baik jika kamu bisa bekerja sesuai dengan jurusan pada saat menimba ilmu dulu. Kamu bisa mulai mencari tau mengenai lowongan pekerjaan yang sesuai dengan jurusanmu. Apabila kamu sudah menemukan satu lowongan yang dirasa sesuai dan kamu nyaman, maka saatnya kamu untuk melangkah ke tahap berikutnya yaitu melengkapi kriteria yang dibutuhkan. Kamu bisa meningkatkan softskill yang sesuai dengan lowongan tersebut. Selain itu, kamu juga harus melengkapi persyaratan administrasi agar tidak ditemukan kendala pada saat melamar pekerjaan nantinya.

  1. Cari pekerjaan sementara untuk kebutuhan hidupmu

Sembari menunggu pekerjaan yang sesuai datang, kamu tidak boleh hanya berdiam diri terlarut oleh status fresh graduated. Kamu bisa mencari pekerjaan sementara untuk memenuhi kehidupanmu. Mungkin jika kamu memiliki keluarga yang berkecukupan proses ini tidak terlalu terasa, namun alangkah lebih baik jika kamu juga harus memiliki penghasilan. Salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah mencari pekerjaan paruh waktu yang biasanya tidak memerlukan persyaratan pendidikan atau pengalaman tertentu. Contoh pekerjaan yang bisa kamu ambil adalah menjaga outlet makanan atau menjadi pengemudi transportasi online. Perlu diingat bahwa meskipun kamu tidak berpenghasilan, kamu haruslah tetap mengeluarkan biaya untuk konsumsi.

  1. Berdagang

Ada pepatah yang mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah melalui perdagangan. Pepatah tersebut masih diperdebatkan namun tidak ada salahnya kamu mulai berjualan. Saat ini menjual suatu produk terasa lebih mudah dengan bantuan internet. Kamu tidak perlu memiliki toko atau menyewa kios yang sewanya harus dibayar meskipun produkmu belum terlalu laris terjual. Saat ini jika kamu ingin menjual barang, kamu bisa memanfaatkan bantuan marketplace dan apabila kamu ingin berjualan makanan kamu bisa menggunakan bantuan transportasi online.

  1. Menambah relasi

Manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial sehingga perlu untuk berinteraksi dengan orang lain. Jika kamu belum menemukan pekerjaan yang sesuai atau bahkan aktivitasmu masih kurang menyenangkan, maka kamu harus menemui orang-orang disekitarmu. Dengan proses interaksi ini, kamu bisa mendapatkan pertukaran informasi baru sehingga berguna bagi kehidupanmu kedepannya

Beberapa tips di atas merupakan hal-hal yang sebaiknya kamu lakukan ketika menjadi seorang fresh graduated. Jangan berkecil hari dan teruslah mencoba. Semangat!





SALAH KAPRAH MENYIKAPI “PASRAH”

27 03 2020

Pasrah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah menyerahkan sepenuhnya, lebih tepatnya kepada takdir yang ada dengan hati yang tabah. Seringkali kita sebagai manusia menganggap pasrah adalah jalan terakhir ketika masalah yang ada belum menemukan jalan keluar. Hal itulah yang menyebabkan pasrah menjadi suatu titik dimana orang telah mencapai kebuntuan dan bahkan diyakini bahwa tidak akan ada harapan setelah kita berpasarah. Daripada kita hanya berpasrah akan lebih baik bila kita bertawakal. Perbedaan yang mendasar dari pasrah dan tawakal adalah dari hal yang kita lakukan pada momen tersebut. Ketika kita berpasrah maka kita sudah mendoktrin diri sendiri bahwa tidak ada upaya apapun yang dapat dilakukan dalam menyikapi masalah yang ada, sementara ketika bertawakal berarti kita telah melakukan usaha agar masalah yang ada dapat dihadapi.

Dalam agama islam sendiri manusia diharuskan untuk bertawakal setelah kita berdoa dan berikhtiar. Adanya upaya yang dilakukan menunjukkan bahwa setiap masalah dapat kita hadapi ketika kita berusaha menyelesaikannya. Bukan hal yang baik ketika masalah menghampiri namun kita hanya berdiam diri atau bahkan lari dari permasalahan yang ada. Namun apakah pasrah itu benar-benar tidak ada gunanya? Bisa jadi kita sebagai manusia yang salah dalam mengartikan kata “pasrah”.

Ketika kita naik pesawat terbang kita dihadapkan dalam kondisi dimana kita tidak bisa berbuat apapun dan mempercayakan keselamatan kita kepada maskapai yang kita gunakan. Seorang pilot dibantu dengan co-pilotnya menjadi garis terdepan dalam penerbangan ini. Kita disini tidak membahas bagaimana pilot menjadi garis terdepan dalam sebuah penerbangan, namun kita kembali ke pembahasan awal mengenai pasrah bila kita menjadi seorang penumpang dalam pesawat itu. Di manakah momen pasrah ketika kita menjadi seorang penumpang? Jawabannya adalah diseluruh waktu yang ada. Dari awal kita membeli tiket pesawat dan melunasinya, kita sudah bisa dipastikan berpasrah dengan tiket yang kita beli, dengan harapan tidak akan terjadi delay atau bahkan kecelakaan dalam pesawat. Namun dengan pasrah diawal membeli tiket tersebut, tepat sebelum membeli tiket kita diwajibkan dengan sepenuh hati agar memilih penerbangan yang tepat. Entah maskapainya atau jam terbangnya agar ketika momen pasrah itu datang, perasaan tenang akan dapat kita rasakan.

Setelah kita naik ke dalam pesawatpun bukan berarti kita hanya diam diri berpasrah di dalam kabin. Walaupun bisa dikatakan ini adalah momen terakhir dalam perjuangan kita mendapatkan pesawat, kita tetap harus berdoa memohon keselamatan selama perjalanan, berusaha mematikan ponsel dan mempelajari hal-hal yang perlu dilakukan dalam keadaan darurat, serta membuat tubuh kita rileks ketika duduk di kursi yang ada. Setelah semua kita lakukan sudah dapat dipastikan kita akan lebih tenang dalam perjalanan. Lalu dimanakah letak pasrahnya? Jawabnya adalah pasrah itu sudah kita lakukan diawal kita duduk di pesawat, dengan menyerahkan kendali penuh selama perjalanan kepada pilot yang bertugas. Dengan demikian walaupun ketika pesawat kecelakaan bukan berarti kita hanya diam menunggu pesawat jatuh, namun kita tetap berupaya melakukan hal yang dapat kita lakukan dalam keadaan darurat. Jika semua sudah kita lakukan barulah kita berharap kepada takdir.

Berdasarkan ilustrasi cerita diatas, dapat kita ketahui bahwa pasrah juga berbeda dengan putus asa. Ketika kita pasrah bukan berarti kita diam saja menunggu masalah kita semakin menekan kehidupan yang kita jalani, tetap cari solusi terbaik atas permasalahan kita meskipun diawal kita sudah berikhtiar. Banyak orang yang memilih berputus asa karena sudah tidak yakin bisa menyelesaikan masalah yang ada.

Dewasa ini kita sering salah kaprah mengenai “pasrah” dan menyalahkan takdir yang digariskan. Padahal setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, bila kita mendapat masalah yang berat berarti kita mempunyai derajat yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain yang hanya mendapat masalah ringan. Kesalahan terbesar umat manusia bila dihadapkan dengan masalah berat adalah ragu terhadap kemampauan diri. Padahal belum tentu kita akan gagal dengan kerja keras kita, belum tentu pula kita akan disalahkan benyak orang karena berusaha menyelesaikan masalah bersama. Ingatlah selama hal yang kita lakukan baik kenapa tidak kita coba kerjakan, Selama masalah itu bisa diselesaikan kenapa tidak dicoba? Pasrah boleh namun putus asa jangan. Tetap bergerak meskipun banyak halangan yang menerpa kita. Ibarat kita sedang berenang dilautan dan banyak ombak yang besar, kenapa lita tidak coba berenang ketepian? Apakah takut kelelahan dan mati? Bukankah bila kita diam saja dengan kondisi seperti itu juga akan membuat kita mati?





Blog pindah ke asalmain.com

23 01 2019

Blog ini secara resmi berpindah ke sini. Atas perhatiannya admin ucapkan terima kasih :mrgreen:





perang sales gak ada matinya

1 01 2015

image

Ada ada saja ulah sales biar dagangannya laris, bukan hal baru memang kalau urusan BC, ga cuman dalam jualan tapi juga waktu kampanye parpol 😀 jangan heran karena memang sudah tradisi.





Ngepost artikel wordpress dari android, kini semakin mudah

27 12 2014

android kece

Murahnya smartphone android membuat hampir setiap kalangan dapat dengan mudah memilikinya. Persaingan antar vendor pun juga berdampak positif bagi konsumen, karena kita bisa mendapat variasi produk yang banyak dengan berbagai lapisan harga. Bahkan ditahun 2014 ini fungsi smartphone seakan sangat serbaguna.Screenshot_2014-12-27-20-24-52[1]Screenshot_2014-12-27-20-32-43[1]

Baru kemaren iseng nyobain wordpress for android 😀 ternyata lumayan juga, ga kayak wordpress for blackberry yang sempet DK coba :mrgreen: . Fitur-fiturnya udah lumayan lengkap, kita bisa post dengan mudah dan cepat, kalau lola mah hape ente aja noh yang minta di poligami 😀

Screenshot_2014-12-27-20-51-43[1] Screenshot_2014-12-27-20-46-08[1]  Screenshot_2014-12-27-20-32-56[1] Screenshot_2014-12-27-20-25-59[1]

Tapi aplikasi ini cuma bisa buat ngepost, ngelola blog, sama ngereview blog kita, ga bisa buat mampir ke tetangga blog lain. Yah singkat cerita lumayan lah biar bisa tetep eksis 😀

 





Ingin nulis lagi

15 12 2014

Berabad abad lamanya DK’s blog terbengkalai. Gara2 ga punya laptop atau semarpon, bikin susah kalau mau nilis 😦 Punya bb blas bosok tenan gak bisa diandelin, mau ke warnet udah di depan komputer malah lupa mau nulis apa 😀 yowiss lah fix blog terbengkalai, orang ga terbengkalai juga gada yg ngunjungin 😦

Ndilalah, wakti merantau ke semarang, ketemu blogger muda fans nya irfan jombliz pertamax7, yaitu novian http://omahmotor.wordpress.com , lumayan dapet kompor gas buat nulis lagi 😀

Mumpung lagi ada semarpon, bismillah, dengan ini saya mau nulis lagi 😀 semoga kedepannya blog ga terbengkalai :mrgreen:

image